Membuat Bakteri Fotosintesis Resep Petani Thailand
Bakteri fotosintesis atau Photosynthetic Bacteria (PSB) merupakan bakteri autotrof yang dapat berfotosintesis. PSB memiliki pigmen yang disebut Bakterioklorofil a atau b yang dapat memproduksi pigmen warna merah, hijau hingga ungu untuk menangkap energi matahari sebagai bahan bakar fotosintesis
Manfaat dari Bakteri Fotosintesis (PSB) Bagi Tanaman
Adapun manfaat bakteri fotosintesis untuk tanaman anatara lain
- Membantu menstimulasi kekebalan tanaman dengan baik. Membuat kulit kayu atau batang yang kuat. Lebih tahan terhadap serangga.
- Membantu menstimulasi pertumbuhan akar tanaman untuk berkembang dan bercabang dengan baik, sehingga menghasilkan jumlah serat yang baik.
- Bila digunakan secara teratur dan terus menerus. Bisa mengurangi pemakaian suplemen. Pupuk bisa dikurangi hingga 50%, sehingga menurunkan biaya produksi.
- Jika PSB dikombinasikan dengan pupuk hasil fermentasi. Ini akan meningkatkan produktivitas dan meningkatkan kualitas pupuk.
- Untuk mempercepat tanaman berbunga seperti lemon, tomat, mangga, manggis, dll.
Cara membuat Bakteri Fotosintesis resep asli dari petani Thailand
Bahan :
- 2 butir Telur
- 2 sendok MSG Penyedap Rasa (ajinomoto, sasa)
- 4 sendok saos ikan (saori, dsb)
- Botol bekas air mineral 1500 ml
- campurakan telur, micin dan saos ikan lalu kocok sampai tercampur rata.
- Isi botol air mineral dgn air bersih, tetapi jangan sampai penuh, sisakan rongga udara.
- Masukkan 3 sendok adonan telur ke dalam botol berisi air
- Tutup rapat, kocok botol sampai berwarna keruh.
- Jemur di tempat yang terkena sinar matahari langsung minimal 8 jam sehari, selama 15 s.d 30 hari, sampai larutan di dalam botol berwarna merah.
- Bakteri Fotosintesis atau PSB siap digunakan.
Dosis dan Cara Aplikasi Bakteri Fotosintesis
- untuk sayuran dan bunga 50 ml per 20 L
- untuk tanaman buah 100 ml per 20 L
Sumber :
https://www.yugosp.com/2018/08/resep-dan-cara-membuat-bakteri-fotosintesis.html
Cara memperbanyak BSP
Bahan-bahan :
- air 1 liter
- telur 1 butir
- 1 sendok makan bumbu masak
- 2 biji terasi (seukuran setengah jari kelingking)
Cara memperbanyak :
- pecahkan telur, masukan isinya ke wadah
- masukkan 1 sendok makan bumbu masak
- terasi 2 bungkus kecil terasi
- aduk semua bahan sampai rata
- masukkan adonan ke dalam botol yang berisi air
- masukkan bibit BSP
- kocok dsmpsi rata (tercampur sempurna)
- jemur botol dibawah terik matahari selama 30 hari
Energi Bersih : Kompor Biomassa Unibraw Sirnakan Asap
0 komentar Diposting oleh Belajar Belajar di 07.36Asap menyesakkan tak jarang dikeluhkan oleh pengguna kompor biomassa. Muhammad Nurhuda, peneliti dari Jurusan Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Brawijaya, Malang, Jawa Timur, menemukan dua metode untuk menyirnakan asap agar sepenuhnya berubah menjadi energi panas yang menyatu dengan lidah-lidah api. Nawa Tunggal
Saya menangkap panas dari hasil pembakaran biomassa yang terbuang percuma ke samping. Ini metode yang pertama kali untuk memperoleh gasifikasi terpanaskan sampai 200 derajat celsius, kata Nurhuda di Malang, saat dihubungi, Kamis (10/6).
Metode kedua, lanjut Nurhuda, yaitu mengupayakan aliran udara sekunder pada lapis tabung ketiga. Ini dialirkan ke bagian atas menuju nyala api, kemudian diarahkan ke bawah sehingga berlawanan dengan panas vertikal dari tungku pembakaran biomassa.
Dengan mengandalkan dua metode itulah diperoleh nyala api yang bersih dari asap.
Dengan briket jerami seharga Rp 1.500 per kilogram, kompor itu bisa bernyala sampai dua jam dengan warna api biru seperti nyala api dari elpiji. "Berbeda dengan tabung-tabung elpiji kecil seperti sekarang, kompor biomassa ini tidak bisa meledak," ujar Nurhuda.
Energi bersih
Nurhuda menyebut kompor biomassa dengan sistem gasifikasi terpanaskan dan pembakaran secara turbulen itu sebagai Kompor UB-03. Kompor UB-03 merupakan penyempurnaan dua generasi sebelumnya. "Kompor UB-03 menjawab tantangan energi bersih dengan teknologi tepat guna," kata Nurhuda.
Dia menguji coba Kompor UB-03 mampu mendidihkan 12 liter air dalam waktu 40-50 menit hanya dengan 600 gram potongan ranting-ranting kecil. Jika dibandingkan dengan tungku-tungku tradisional, penggunaan bahan bakar biomassa dengan Kompor UB-03 mampu menghemat sampai 80 persen.
Kompor UB-03 juga direkomendasikan untuk pengurangan emisi dari penggunaan briket batu bara. Caranya, dengan mencampurkan biomassa sampah-sampah organik dengan batu bara yang dihancurkan menjadi butiran kecil.
Menurut Nurhuda, briket jerami yang pernah diperoleh dari Bali seharga Rp 1.500 per kilogram. Briket sampah organik dipadukan dengan batu bara diperkirakan bisa menurunkan ongkos produksi menjadi Rp 1.000 per kilogram.
Nurhuda memperoleh kesempatan mengembangkan riset teknologi tepat guna untuk energi bersih dari biomassa ini atas dukungan Yayasan Inovasi Teknologi Indonesia. Yayasan ini menginduk pada Recognition and Mentoring Program (RAMP).
RAMP adalah sebuah program filantropis dari Amerika Serikat. Aktivitasnya menunjang kesejahteraan masyarakat melalui inovasi-inovasi teknologi.
Nurhuda bersama tim sejak 2003 berhasil mengembangkan teknologi energi bersih lainnya, meliputi alat pemanas dengan sumber energi matahari, kompor matahari, dan pemanas air menggunakan sinar matahari. Selanjutnya, Kompor UB-01, Kompor UB-02, dan terakhir kalinya Kompor UB-03.
"Untuk diimplementasi bagi masyarakat banyak, biaya produksi Kompor UB-03 cukup terjangkau," kata Nurhuda.
Hak paten
Nurhuda mengatakan, Kompor UB-03 paling berpotensi untuk dikembangkan. Guna menunjang kompetisi yang sehat dan inovasi berikutnya, Kompor UB-03 pun dipatenkan. "Ada tujuh klaim yang didaftarkan untuk mendapatkan paten," kata Nurhuda.
Ketujuh klaim itu meliputi susunan komponen kompor, ciri lubang pembakar asap (burner) pada sisi miring untuk menciptakan pembakaran turbulen, ciri aliran udara dari burner yang menyongsong arah gerak asap dari bahan bakar biomassa.
Kemudian klaim terhadap ciri lubang burner tambahan pada sisi tegak bagian atas tabung pembakaran, keberadaan tabung pre-heating (untuk pemanasan gasifikasi) yang melingkupi tabung pembakaran biomassa, sekat pemisah udara di dalam tabung pre-heating, dan klaim terhadap keberadaan panel pengontrol debit aliran udara yang masuk ke tabung pre-heating.
Menurut Nurhuda, kunci inovasi yang ditemukannya itu terletak pada gerak turbulen. Gerak turbulen itu yang menyebabkan pembakaran menjadi sempurna. Gerak turbulen seperti gerakan mengaduk.
Gerakan turbulen itu ditimbulkan aliran gasifikasi terpanaskan dan aliran udara sekunder. Tetapi, alirannya mengarah ke bawah, bertolak belakang dengan nyala api yang ke atas dari sumber pembakaran biomassa.
"Ini sebagai prinsip counter flow burning mechanism, yaitu mekanisme aliran udara melawan arah api ke atas. Itu menyebabkan pembakaran yang lebih efisien," kata Nurhuda.
Dengan mekanisme itu, diperoleh keuntungan selain asap bahan bakar lebih sempurna terbakar, juga sebagian lidah api yang menjulur ke bawah menyebabkan suhu ruang bawah makin tinggi.
Kenaikan suhu ruang bawah mempermudah proses gasifikasi terpanaskan. Pemanfaatan suhu gasifikasi yang mencapai 200 derajat celsius merupakan efisiensi pemanfaatan panas dari pembakaran sumber biomassa.
Nurhuda juga merancang ukuran tabung biomassa tidak berupa silinder lurus. Pada bagian bawah dibuat makin besar volumenya.
"Dengan volume bahan bakar makin besar, biomassa yang digunakan bisa lebih banyak. Penggunaan kompor pun bisa terus-menerus tanpa harus mengisi ulang saat digunakan," kata Nurhuda.
Inovasi Kompor UB-03 menghadirkan kepraktisan penggunaan bahan bakar biomassa. Nurhuda, bahkan, ingin merancang Kompor UB-03 berukuran mini yang bisa diaplikasikan di militer.
Bagi masyarakat di pelosok yang mengalami kesulitan mendapat bahan bakar konvensional seperti minyak tanah atau elpiji seperti sekarang, Kompor UB-03 menawarkan solusinya.
Sumber : Kompas, 11 Juni 2010N
Lingkungan Hidup, Kerusakan dan Upaya Pelestariannya
0 komentar Diposting oleh Belajar Belajar di 14.37Label: plh 11
Seni Musik dan Suara
A. Angklung
Angklung adalah sebuah alat atau waditra kesenian yang terbuat dari bambu khusus yang ditemukan oleh Bapak Daeng Sutigna sekitar tahun 1938. Ketika awal penggunaannya angklung masih sebatas kepentingan kesenian local atau tradisional.
B. Degung
Degung merupakan sebuah kesenian sunda yang biasanya dimainkan pada
acara hajatan. Kesenian degung ini digunakan sebagai musik
pengiring/pengantar. Degung ini merupakan gabungan dari peralatan musik
khas Jawa Barat yaitu,Gendang, Goong, Kempul, Saron, Bonang, Kacapi,
Suling, Rebab, dan sebagainya. Degung merupakan salah-satu kesenian yang
paling populer di Jawa Barat, karena iringan musik degung ini selalu
digunakan dalam setiap acara hajatan yang masih menganut adat
tradisional, selain itu musik degung juga digunakan sebagai musik
pengiring hampir pada setiap pertunjukan seni tradisional Jawa Barat
lainnya. Selain seni tari, tanah Sunda juga terkenal dengan seni
suaranya. Dalam memainkan Degung biasanya ada seorang penyanyi yang
membawakan lagu-lagu Sunda dengan nada dan alunan yang khas. Penyanyi
ini biasanya seorang wanita yang dinamakan Sinden. Tidak sembarangan
orang dapat menyanyikan lagu yang dibawakan Sinden karena nada dan
ritme-nya cukup sulit untuk ditiru dan dipelajari.
C. Rampak Gendang
Rampak Gendangmerupakan kesenian yang berasal dari Jawa Barat.
Rampak Gendang ini adalah pemainan menabuh gendang secara bersama-sama
dengan menggunakan irama tertentu serta menggunakan cara-cara tertentu
untuk melakukannya, pada umumnya dimainkan oleh lebih dari empat orang
yang telah mempunyai keahlian khusus dalam menabuh gendang. Biasanya
rampak gendang ini diadakan pada acara pesta atau pada acara ritual.
D. Rengkong
Rengkong adalah salah satu kesenian tradisional yang diwariskan oleh leluhur masyarakat Sunda. Muncul sekitar tahun 1964 di daerah Kabupaten Cianjur dan orang yang pertama kali memunculkan dan mempopulerkannya adalah H. Sopjan. Bentuk kesenian ini sudah diambil dari tata cara masyarakat sunda dahulu ketika menanam padi sampai dengan menuainya.
E. Kuda Renggong
Kuda Renggong atau Kuda Depok ialah salah satu jenis kesenian helaran
yang terdapat di Kabupaten Sumedang, Majalengka dan Karawang. Cara
penyajiannya yaitu, seekor kuda atau lebih di hias warna-warni, budak
sunat dinaikkan ke atas punggung kuda tersebut, Budak sunat tersebut
dihias seperti seorang Raja atau Satria, bisa pula meniru pakaian para
Dalem Baheula, memakai Bendo, takwa dan pakai kain serta selop.
F. Kecapi Suling
Kacapi Sulingadalah kesenian yang berasal dari daerah Jawa Barat,
yaitu permainan alat musik tradisional yang memadukan suara alunan
Suling dengan Kacapi (kecapi), iramanya sangat merdu yang biasanya
diiringi oleh Mamaos (tembang) Sunda yang memerlukan cengkok/ alunan
tingkat tinggi khas Sunda, yang pada umumnya nyanyian atau lagunya
dibawakan oleh seorang penyanyi perempuan, yang dalam bahasa sunda
disebut Sinden. Kacapi suling ini biasanya digunakan untuk mengiringi
nyanyian sunda. Sunda. Kacapi Suling berkembang pesat di daerah Cianjur
dan kemudian menyebar kepenjuru Parahiangan Jawa Barat dan seluruh
dunia.
G. Tarling
Tarling adalah salah satu jenis musik yang populer di wilayah
pesisir pantai utara (pantura) Jawa Barat, terutama wilayah Indramayu
dan Cirebon. Nama tarling diidentikkan dengan nama instrumen itar (gitar) dan suling (seruling) serta istilah Yen wis mlatar gage eling
(Andai banyak berdosa segera bertaubat). Asal-usul tarling mulai muncul
sekitar tahun 1931 di Desa Kepandean, Kecamatan/Kabupaten Indramayu.
Alunan gitar dan suling bambu yang menyajikan musik Dermayonan dan
Cerbonan itu pun mulai mewabah sekitar dekade 1930-an. Kala itu,
anak-anak muda di berbagai pelosok desa di Indramayu dan Cirebon,
menerimanya sebagai suatu gaya hidup. Trend yang disukai dan populer, di
jondol atau ranggon* anak muda suka memainkannya, seni musik ini mulai
digandrungi. Pada 1935, alunan musik tarling juga dilengkapi dengan
kotak sabun yang berfungsi sebagai kendang, dan kendi sebagai gong.
Kemudian pada 1936, alunan tarling dilengkapi dengan alat musik lain
berupa baskom dan ketipung kecil yang berfungsi sebagai perkusi.
H. Kliningan
Kiliningan asalnya dari nama salah satu waditra yang dalam perkembangan
awalnya dijadikan salah satu waditra dalam kesenian ini. Bentuk Kilining seperti
Gender (alat gamelan Jawa). Walaupun kilining sekarang sudah tidak dipakai
dalam pertunjukanna, nama kesenian ini tetap disebut seni Kiliningan, walauoun
sudah tidak ada alat kiliningnya. Seni Kiliningan termasuk dalam ragam
karawitan sekar-gending. Oleh karena itu, juru kawih atau disebut juga sinden,
memiliki peran yang sangat sentral dalam seni Kiliningan. Untuk generasi yang
sudah tua yang sempat mengalami waktu kejayaan Kiliningan di tahun 60-an,
masing-masing akan memiliki sinden favorit antara dua sinden, yaitu Upit Sarimanah
dan Titim Patimah.Seni Kiliningan masih memiliki peran dalam kehidupan kesenian
tradisi di Jawa Barat. Walaupun sudah jarang yang khusus menampilkan seni
Kiliningan, tetapi materi kesenian ini akan tampil dalam pergelaran Wayang
Golek
Seni Tarian
A. Tari Jaipong
Tanah Sunda (Priangan) dikenal memiliki aneka budaya yang unik dan
menarik, Jaipongan adalah salah satu seni budaya yang terkenal dari
daerah ini. Jaipongan atau Tari Jaipong sebetulnya merupakan tarian yang
sudah modern karena merupakan modifikasi atau pengembangan dari tari
tradisional khas Sunda yaitu Ketuk Tilu.Tari Jaipong ini dibawakan
dengan iringan musik yang khas pula, yaituDegung. Musik ini merupakan
kumpulan beragam alat musik seperti Kendang, Go’ong, Saron, Kacapi, dsb.
Degung bisa diibaratkan ‘Orkestra’ dalam musik Eropa/Amerika. Ciri khas
dari Tari Jaipong ini adalah musiknya yang menghentak, dimana alat
musik kendang terdengar paling menonjol selama mengiringi tarian. Tarian
ini biasanya dibawakan oleh seorang, berpasangan atau berkelompok.
Sebagai tarian yang menarik, Jaipong sering dipentaskan pada acara-acara
hiburan, selamatan atau pesta pernikahan.
B. Tari Ketuk Tilu
Ketuk Tilu adalah suatu tarian pergaulan dan sekaligus hiburan yang
biasanya diselenggarakan pada acara pesta perkawinan, acara hiburan
penutup kegiatan atau diselenggrakan secara khusus di suatu tempat yang
cukup luas. Pemunculan tari ini di masyarakat tidak ada kaitannya dengan
adat tertentu atau upacara sakral tertentu tapi murni sebagai
pertunjukan hiburan dan pergaulan. Oleh karena itu tari ketuk tilu ini
banyak disukai masyarakat terutama di pedesaan yang jarang kegiatan
hiburan.
C. Tari Merak
Tari merak merupakan tarian tradisi suku sunda yang menggambarkan
burung-burung merak yang sedang menari dengan gembira , tarian ini
dibawakan oleh penari wanita-wanita sunda . dan biasanya tarian merak
ini dibawakan untuk acara perkawinan ataupun menyambut tamu yang datang
berkunjung ke tanah sunda .
D. Tari Topeng
Tari topeng ini adalah tarian suku sunda yang dibawakan oleh
sekelompok orang penari pria atau wanita, yang menggunakan topeng khas
suku sunda , dan biasanya tarian ini untuk menyambut tamu-tamu yang
ingin berkunjung datang , dan sebagai pementasan pada saat acara-acara
tertentu .Seperti perkawinan,khitanan,dan sebagainya.
E. Kuda Lumping
Kuda Lumpingmerupakan kesenian yang beda dari yang lain, karena
dimainkan dengan cara mengundang roh halus sehingga orang yang akan
memainkannya seperti kesurupan. Kesenian ini dimainkan dengan cara orang
yang sudah kesurupan itu menunggangi kayu yang dibentuk seperti kuda
serta diringi dengan tabuhan gendang dan terompet. Keanehan kesenian ini
adalah orang yang memerankannya akan mampu memakan kaca serta rumput.
Selain itu orang yang memerankannya akan dicambuk seperti halnya
menyambuk kuda. Biasanya kesenian ini dipimpin oleh seorang pawang.
Kesenian ini merupakan kesenian yang dalam memainkannya membutuhkan
keahlian yang sangat husus, karena merupakan kesenian yang cukup
berbahaya.
F. Reog
Di daerah Jawa Barat terdapat kesenian yang disebutReog, kesenian ini
pada umumnya ditampilkan dengan Bodoran, serta diiringi dengan musik
tradisional yang disebut Calung. Kesenian ini biasanya dimainkan oleh
beberapa orang yang mempunyai bakat melawak dan berbakat seni. Kesenian
ini ditampilkan dengan membawakan sebuah alur cerita yang kebanyakan
cerita yang dibawakan adalah cerita lucu atau lelucon.
G. Wayang Golek
Wayang Golek merupakan kesenian tradisional dari Jawa Barat, yaitu
pementasan sandiwara boneka yang terbuat dari kayu dan dimainkan oleh
seorang sutradara merangkap pengisi suara yang disebut Dalang. Seorang
Dalang memiliki keahlian dalam menirukan berbagai suara manusia. Seperti
halnya Jaipong, pementasan Wayang Golek diiringi musikDegung lengkap
denganSinden nya. Wayang Golek biasanya dipentaskan pada acara hiburan,
pesta pernikahan atau acara lainnya. Waktu pementasannya pun unik, yaitu
pada malam hari (biasanya semalam suntuk) dimulai sekitar pukul 20.00 –
21.00 hingga pukul 04.00 pagi. Cerita yang dibawakan berkisar pada
pergulatan antara kebaikan dan kejahatan (tokoh baik melawan tokoh
jahat). Ceritanya banyak diilhami oleh budaya Hindu dari India,
sepertiRamayana atau Perang Baratayudha. Tokoh-tokoh dalam cerita
mengambil nama-nama dari tanah India. Dalam Wayang Golek, ada ‘tokoh’
yang sangat dinantikan pementasannya yaitu kelompok yang dinamakan
Purnakawan, seperti Dawala danCepot. Tokoh-tokoh ini digemari karena
mereka merupakan tokoh yang selalu memerankan peran lucu (seperti
pelawak) dan sering memancing gelak tawa penonton. Seorang Dalang yang
pintar akan memainkan tokoh tersebut dengan variasi yang sangat menarik.
H. Sisingaan
Terdapat beberapa keterangan tentang asal usul Sisingaan ini, di
antaranya bahwa Sisingaan memiliki hubungan dengan bentuk perlawanan rakyat
terhadap penjajah lewat binatang Singa kembar (Singa kembar lambang penjajah
Belanda), yang pada waktu itu hanya punya sisa waktu luang dua hari dalam
seminggu. Keterangan lain dikaitkan dengan semangat menampilkan jenis kesenian
di Anjungan Jawa Barat sekitar tahun 70-an, ketika Bupati Subang dipegang oleh
Pak Atju. Pada waktu itu RAF (Rachmatulah Ading Affandi) yang juga tengah
berdinas di Subang, karena ia dikenal sebagai seniman dan budayawan dimintakan
kitanya. Dalam prosesnya itu, akhirnya ditampilkanlah Gotong Singa atau
Sisingaan yang dalam bentuknya masih sederhana, termasuk musik pengiringnya dan
kostum penari pengusung Sisingaan. Ternyata sambutannya sangat luar biasa,
sejak itu Sisingaan menjadi dikenal masyarakat.
Pertunjukan Sisingaan pada dasarnya dimulai dengan tetabuhan musik yang
dinamis. Lalu diikuti oleh permainan Sisingaan oleh penari pengusung
sisingaan, lewat gerak antara lain: Pasang/Kuda-kuda, Bangkaret,
Masang/Ancang-ancang, Gugulingan, Sepakan dua, Langkah mundur, Kael,
Mincid, Ewag, Jeblag, Putar taktak, Gendong Singa, Nanggeuy Singa,
Angkat jungjung, Ngolecer,Lambang, Pasagi Tilu, Melak cau, Nincak
rancatan, dan Kakapalan. Sebagai seni Helaran, Sisingaan bergerak terus
mengelilingi kampung, desa, atau jalanan kota. Sampai akhirnya kembali
ke tempat semula. Di dalam perkembangannya, musik pengiring lebih
dinamis, dan melahirkan musik Genjring Bonyok dan juga Tardug.
I. Tari Tayub
Tari Tayub atau acara Tayuban. merupakan salah satu kesenian Jawa yang
mengandung unsur keindahan dan keserasian gerak. Tarian ini mirip dengan tari
Jaipong dari Jawa Barat. Unsur keindahan diiikuti dengan kemampuan penari dalam
melakonkan tari yang dibawakan.
Tari tayub mirip dengan tari Gambyong yang
lebih populer dari Jawa Tengah. Tarian ini biasa digelar pada acara pernikahan,
khitan serta acara kebesaran misalnya hari kemerdekaan Republik Indonesia.
Perayaan kemenangan dalam pemilihan kepala desa, serta acara bersih desa.
Anggota yang ikut dalam kesenian ini terdiri dari sinden, penata gamelan serta
penari khususnya wanita. Penari tari tayub bisa dilakukan sendiri atau bersama,
biasanya penyelenggara acara (pria).
Pelaksanaan acara dilaksanakan pada tengah
malam antara jam 9.00-03.00 pagi. Penari tarian tayub lebih dikenal dengan
inisiasi ledhek. tari tayub merupakan tarian pergaulan yang disajikan untuk
menjalin hubungan sosial masyarakat. Beberapa tokoh Agama Islam menganggap tari
tayub melanggar etika agama, dikarenakan tarian ini sering dibarengi dengan
minum minuman keras.
Pada saat menarikan tari tayub sang penari wanita yang
disebut ledek mengajak penari pria dengan cara mengalungkan selendang yang
disebut dengan sampur kepada pria yang diajak menari tersebut. sering terjadi
persaingaan antara penari pria yang satu dengan penari pria lainnya, persaingan
ini ditunjukkan dengan cara memberi uang kepada Tledek (istilah penari tayub
wanita).persaingan ini sering menimbulkan perselisihan antara penari pria
Sumber : Universitas Pancasila
Tabel Luas Wilayah dan kepadatan Penduduk Jawa Barat 2010
| No | Kabupaten/Kota | Luas Wilayah (Km2) | Penduduk | Kepadatan (jiwa/Km2) | Urutan |
| 1 | Kab. Bogor | 2.997,13 | 4.771.932 | 1.592,17 | 12 |
| 2 | Kab. Sukabumi | 4.160,75 | 2.341.409 | 562,74 | 25 |
| 3 | Kab. Cianjur | 3.594,40 | 2.171.281 | 604,07 | 24 |
| 4 | Kab. Bandung | 1.756,65 | 3.178.543 | 1.809,43 | 11 |
| 5 | Kab. Garut | 3.094,40 | 2.404.121 | 776,93 | 20 |
| 6 | Kab. Tasikmalaya | 2.702,87 | 1.675.675 | 619,96 | 23 |
| 7 | Kab. Ciamis | 2.740,76 | 1.532.504 | 559,15 | 26 |
| 8 | Kab. Kuningan | 1.189,60 | 1.035.589 | 870,54 | 16 |
| 9 | Kab. Cirebon | 1.071,05 | 2.067.196 | 1.930,06 | 10 |
| 10 | Kab. Majalengka | 1.343,93 | 1.166.473 | 867,96 | 17 |
| 11 | Kab. Sumedang | 1.560,49 | 1.093.602 | 700,81 | 21 |
| 12 | Kab. Indramayu | 2.092,10 | 1.663.737 | 795,25 | 19 |
| 13 | Kab. Subang | 2.164,48 | 1.465.157 | 676,91 | 22 |
| 14 | Kab. Purwakarta | 989,89 | 852.521 | 861,23 | 18 |
| 15 | Kab. Karawang | 1.914,16 | 2.127.791 | 1.111,61 | 15 |
| 16 | Kab. Bekasi | 1.269,51 | 2.630.401 | 2.071,98 | 9 |
| 17 | Kab. Bandung Barat | 1.335,60 | 1.510.284 | 1.130,79 | 14 |
| 18 | Kota Bogor | 111,73 | 950.334 | 8.505,63 | 5 |
| 19 | Kota Sukabumi | 48,96 | 298.681 | 6.100,51 | 7 |
| 20 | Kota Bandung | 168,23 | 2.394.873 | 14.235,71 | 1 |
| 21 | Kota Cirebon | 40,16 | 296.389 | 7.380,20 | 6 |
| 22 | Kota Bekasi | 213,58 | 2.334.871 | 10.932,07 | 3 |
| 23 | Kota Depok | 199,44 | 1.738.570 | 8.717,26 | 4 |
| 24 | Kota Cimahi | 41,2 | 541.117 | 13.133,91 | 2 |
| 25 | Kota Tasikmalaya | 184,38 | 635.464 | 3.446,49 | 8 |
| 26 | Kota Banjar | 130,86 | 175.157 | 1.338,51 | 13 |
| Jawa Barat | 37.173,97 | 43.053.732 | 1.158,17 | - |
Subscribe to:
Postingan (Atom)

